Sabtu, 09 Februari 2019

KARYA TULIS ILMIAH DAMPAK KABUT ASAP DAN CARA PENANGGULANGANNYA


DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................... i
KATA PENGANTAR....................................................................................... ii
DAFTAR ISI...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah.......................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah................................................................................... 1
1.3  Tujuan Makalah....................................................................................... 2
1.4 Metode Penulisan..................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Asap Kabut................................................................................. 3
2.2 Dampak Asap Kabut Bagi Lingkungan dan Kesehatan.......................... 4
2.3 Upaya Untuk Mengurangi Dampak Asap ............................................... 5
BAB II PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................................................... 7
3.2 Saran......................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 8


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Kabut asap sudah menjadi bencana nasional sejak terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang besar mulai tahun 1997/1998 dan sampai dengan tahun 2015 bencana kabut asap di Indonesia masih terus berlangsung, dampak kebakaran hutan  mengakibatkan degradasi dan deforestasi hutan semakin tinggi, dampak kiriman asap ke negara-negara tetangga terutama Singapura dan Malaysia.
Hal ini dikarenakan pengelolaan dan pemanfaatan hutan selama ini tidak memperhatikan manfaat yang akan diperoleh dari keberadaan hutan tersebut, sehingga kelestarian lingkungan hidup menjadi terganggu. Penyebab utama kabut asap adalah kebakaran hutan.
Kebakaran hutan  terjadi  karena manusia yang menggunakan api dalam upaya pembukaan hutan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI), perkebunan, dan pertanian. selain itu, kebakaran didukung oleh pemanasan global, kemarau ekstrim yang seringkali dikaitkan dengan pengaruh iklim memberikan kondisi ideal untuk terjadinya kebakaran hutan.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa penyebab dari kabut asap yang terjadi di Indonesia?
2.      Apa saja dampak yang merugikan bagi masyarakat?
3.      Bagaimana solusi untuk mengatasi bencana kabut asap di Indonesia?


1.3  Tujuan Makalah                                 
Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut.
1.      Mengetahui penyebab dari kabut asap yang terjadi di Indonesia
2.      Mengetahui dampak dari kabut asap yang terjadi di Indonesia
3.      Mengetahui solusi untuk mengatasi kabut asap di Indonesia

1.4 Metode Penulisan
 Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode pustaka, yaitu dengan cara membaca buku buku yang berhubungan dengan tema yang penulis buat.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Asap Kabut
Kabut adalah kasus pencemaran udara berat yang bisa terjadi berhari-hari hingga hitungan bulan. Di bawah keadaan cuaca yang menghalang sirkulasi udara, asbut bisa menutupi suatu kawasan dalam waktu yang lama. Perkataan "asbut" adalah singkatan dari "asap" dan "kabut", walaupun pada perkembangan selanjutnya asbut tidak harus memiliki salah satu komponen kabut atau asap. Asbut juga sering dikaitkan dengan pencemaran udara. Asbut sendiri merupakan koloid jenis aerosol padat dan aerosol cair
Pada umumnya, kabut terbentuk ketika udara yang jenuh akan uap air didinginkan di bawah titik bekunya. Jika udara berada di atas daerah perindustrian, udara itu mungkin juga mengandung asap yang bercampur kabut membentuk kabut berasap, campuran yang mencekik dan pedas yang menyebabkan orang terbatuk. Di kota-kota besar, asap pembuangan mobil dan polutan lainnya mengandung hidrokarbon dan oksida-oksida nitrogen yang dirubah menjadi kabut berasap fotokimia oleh sinar matahari. Ozon dapat terbentuk di dalam kabut berasap ini menambah racun lainnya di dalam udara.
Kabut berasap ini mengiritasikan mata dan merusak paru-paru. Seperti hujan asam, kabut berasap dapat dicegah dengan mengehentikan pencemaran atmosfer. Kabut juga dapat terbentuk dari uap air yang berasal dari tanah yang lembab, tanaman-tanaman, sungai, danau, dan lautan. Uap air ini berkembang dan menjadi dingin ketika naik ke udara. Udara dapat menahan uap air hanya dalam jumlah tertentu pada suhu tertentu. Udara pada suhu 30º C dapat mengandung uap air sebangyak 30 gr uap air per m3, maka udara itu mengandung jumlah maksimum uap air yang dapat ditahannya. Volume yang sama pada suhu 20º C udara hanya dapat menahan 17 gr uap air. Sebanyak itulah yang dapat ditahannya pada suhu tersebut. Udara yang mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh.

2.2 Dampak Asap Kabut Bagi Lingkungan dan Kesehatan
Sebuah sumber menyebutkan bahwa kebakaran hutan di Indonesia sekarang ini merupakan sumber utama polusi udara di sekitar pulau Sumatera dan Kalimantan. Asap dari kebakaran hutan ini menyebabkan kabut asap yang menutupi hampir seluruh langit Sumatera dan Kalimantan, bahkan sampai ke negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia.
Kebakaran hutan ini menyebabkan seluruh warga yang terkena dampak kabut asap harus memakai masker untuk melaksanakan aktivitasnya dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Saat ini kabut asap kian pekat setiap harinya, hal ini juga dikarenakan musim kemarau yang berkepanjangan dan hujan yang tak kunjung turun di daerah Sumatra dan Kalimantan.
1.    Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada selaput lendir hidung, mulut dan tenggorokan yang memang lansung terkena asap kebakaran hutan.serta menyebabkan reaksi alergi peradangan dan infeksi.
2.    Gangguan serupa juga dapat terjadi di mata dan kulit, yang lansung kontak dengan asap kebakaran hutan, yang menimbulkan keluhan gatal, mata berair, peradangan dan infeksi yang memberat.
3.    Dapat memperburuk asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkhitis kronik. Kemampuan kerja paru-paru berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernafas.
4.    Infeksi saluran pernapasan akut (ispa) jadi lebih mudah terjadi, karena tidak seimbang antara daya tahan tubuh, pola bakteri/virus1 penyebab penyakit, dan buruknya lingkungan.
5.    Mereka yang berusia lanjut dan anak-anak dengan daya tahan tubuh yang rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan. 

2.3 Upaya Untuk Mengurangi Dampak Asap
Sudah semestinya masyarakat dan pemerintah perlu menetapkan dan melaksanakan langkah-langkah perbaikan yang tepat. Langkah-langkah yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat perlu diidentifikasi dan kemudian dihindari untuk mencegah resistansi (perlawanan) dari masyarakat agar upaya perbaikan yang ditempuh tidak menjadi kontraproduktif.
Dalam kenyataan, kita bisa melihat sendiri dengan sejelas-jelasnya banyak kebakaran hutan di negara kita yang titik apinya terus bertambah serta mengeluarkan asap hitam pekat dan kabut yang mengurangi jarak pandang. Itulah salah satu contoh pahit penegakan hukum di Indonesia.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penanganan polusi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Pelaksanaan kebijakan apapun tentu tidak akan mendatangkan hasil maksimal apabila hanya mengandalkan peran Pemerintah. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dan sinergi antara Pemerintah dan masyarakat dalam perbaikan lingkungan juga perlu digalakkan.
Pada dasarnya, banyak warga yang telah memahami persoalan kebakaran hutan ini dan telah berinisiatif untuk ikut memperbaikinya. Gerakanone man one tree (satu orang satu pohon) yang merupakan bentuk kecil dari penghijauan guna mengurangi polusi udara.





BAB II
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan paparan diatas, diketahui bahwa bencana kabut asap di Indonesia di sebabkan oleh banyak sekali terjadi kebakaran hutan dan lahan Kebakaran hutan bisa disebabkan oleh ulah manusia ataupun karena faktor alam/cuaca/iklim.Tetapi kebanyakan kebakaran hutan disebabkan oleh ulah manusia, diantaranya pembukaan hutan/lahan untuk kepentingan industri perkebunan, pertanian dan tambang.
Adapun kerugian atau dampak yang disebabkan oleh kebakaran hutan yaitu menurunnya populasi flora dan fauna karena banyak flora dan fauna yang ikut terbakar dan kehilangan tempat tinggal saat terjadi kebakaran hutan.kebakaran hutan juga mengakibatkan polusi udara karena asap yang ditimbulkan. Hal ini sangat merugikan bagi manusia karena dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dan juga dapat mengakibatkan kecelakaan ketika sedang berkendara.

3.2 Saran
Pertanyaannya, apakah kita mau  mengoptimalkan fasilitas, data, informasi dan teknologi yang sudah ada.Lalu setelah perangkat pemantauan titik panas itu dilihat, maukah pengambil keputusan berbuat obyektif dalam rangka meminimalkan kebakaran hutan dan lahan


DAFTAR PUSTAKA

Bahri, Samsul. 2002. “KAJIAN PENYEBARAN KABUT ASAP KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI WILAYAH SUMATERA BAGIAN UTARA DAN KEMUNGKINAN MENGATASINYA DENGAN MC”.Volume3,No.2. http://wxmod.bppt.go.id/JSTMC/ hpstmc/VOL03/pdf/vol3no2-03.pdf.

KARYA TULIS NARKOBA, DAMPAK NEGATIF PENYALAHGUNAAN NARKOBA, UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA


DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................... i
KATA PENGANTAR....................................................................................... ii
DAFTAR ISI...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan...................................................................................... 1
1.4 Metode Penelitian.................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Gambaran Umum terhadap Narkoba....................................................... 3
2.2 Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba  terhadap Pelajar................. 4
2.3 Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Nakoba terhadap Pelajar ............... 6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................................................... 8
3.2 Saran......................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 9


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga.

1.2 Rumusan Masalah
 Adapun batasan masalah yang akan dipaparkan penulis dalam karya tulis ini adalah :
1.    Apa Pengertian Narkoba?
2.    Apa Jenis-jenis Narkoba?
3.    Apa Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba Pada Generasi Muda?
4.    Apa Kiat Mengatasi Penyalahgunaan Narkoba Pada Generasi Muda?

1.3 Tujuan Penulisan
Karya Ilmiah ini bertujauan untuk:
1.      Sebagai pengetahuan bagi para remaja tentang bahasa narkoba bagi dirinya.
2.      Sebagai sebuah referinsi sehingga para remaja itu bisa mengerti tentang jenis- jenis Narkoba.
3.      Orang tua mempunya kesadaran untuk memperhatikan anak meraka

1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah metode pustaka, yaitu dengan cara membaca buku - buku yang berhubungan dengan tema yang penulis buat.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Narkoba
Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997).

2.2 Jenis-jenis Narkoba
Dari efeknya, narkoba bisa dibedakan menjadi tiga:
·       Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD
·       Stimulan , efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu
·       Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw
·       Adiktif , Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif , karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja , heroin , putaw
·       Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian.

2.3 Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba Pada generasi Muda
Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.
Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.
►Dampak Fisik:
● Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi .
● Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
● Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
● Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
● Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
● Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
● Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
● Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
● Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian
►Dampak Psikis dan Sosial bagi pemakai narkoba antaralain :
1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
6. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
7. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
8. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan  suram
Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.
Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.
Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja. Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.

2.4 Kiat Mengatasi Penyalahgunaan Narkoba Pada Generasi Muda
Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita. Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat dilakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.
Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang. Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah. Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa.Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela seperti ini pun, akhirnya mereka jalani. Oleh sebab itu, mulai saat ini, selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak yang masih rentan akan pengaruh budaya asing.
Banyak hal yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan narkoba dan membantu remaja yang sudah terjerumus penyalahgunaan narkoba. Ada tiga tingkat intervensi, yaitu :
♣ Primer, sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll. Instansi pemerintah, seperti halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga.
♣ Sekunder, pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (treatment). Fase ini meliputi: Fase penerimaan awal (initialintake)antara 1 – 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1 – 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.
♣ Tersier, yaitu upaya untuk merehabilitasi merekayang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3-12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif, dll.
Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari penulis optimisi anak didik akan terjaga dan terawasi dari penyalahgunaan narkoba dan bahaya narkoba.Sehingga harapan semua komponen masyarakat untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari Pembahasan di atas bisa ditark kesimpulan bahwa
1)      Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf yang bisa merubah sebuah kepribadian seseorang menjadi semakin buruk
2)      Narkoba adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak norma dan ketentraman umu.
3)      Menimbulkan dampak negative yang mempengaruhi pada tubuh baik secara fisik maupun psikologis

3.2 Saran
Dalam masalah yang kita hadapi hendaklah kita selalu mencari penyelesaiannya dengan cara yang baik dan berfikir positif. Masalah Narkoba di kalanagan remaja hanyalah segelintir masalah yang kita hadapi. Orang tua hendaknya selalu memperhatikan kelakuan dan perubahan perilaku anak. Kasih sayang dari orang tua dan pendidikan agama. Semoga Karya ilmiah ini dapat di gunakan  sebagai referensi dalam penanggulangan narkoba dalam kalangan remaja. Dan semoga kedepannya bangsa ini dapat menjdi lebih baik lagi dan terbebas dari narkoba. 


DAFTAR PUSTAKA

Tanjung Mastar’ain H. BA. 2010. Hidup Indah Tampa Narkoba. Edisi ke-2. Jakarta : Letupan indonesia
Libertus Jehani & Antoro dkk. 2006. Edisi ke-1 Mencegah Tterjerumus Narkoba. Jakarta : Visimedia
Suryono siswanto. 2001. Penanggulangan bahaya Narkoba : Media informasi dan edukasi Penyalahgunaan Narkoba. Jakarta : Kemitraan Peduli Penanggulangan Bahaya Narkoba

MAKALAH KRITERIA JIWA KEAGAMAAN

BAB II PEMBAHASAN I. KRITERIA YANG MATANG BERAGAMA A. Pengertian Matang Beragama Manusia mengalami dua macam perkembangan yaitu ...